TANAH DATAR - Sebanyak 74 Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar berkumpul di kampus IPDN Sumatera Barat, Baso, Agam, pada Senin (6/4/2026) untuk mengikuti sebuah retret yang dirancang khusus demi menempa mereka menjadi pemimpin nagari yang lebih tangguh. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah investasi strategis untuk memperkuat fondasi pemerintahan nagari.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, yang sangat antusias menyambut terlaksananya program prioritas ini, menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menyiapkan para pemimpin nagari agar mampu memberikan pelayanan publik yang prima, mengelola keuangan nagari dengan baik, serta meningkatkan disiplin. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas terwujudnya cita-cita ini, berharap para Wali Nagari dapat menyerap ilmu, wawasan, dan pengalaman berharga dari kampus kebanggaan bangsa tersebut.
Rektor IPDN, Drs. Khalilul Khiri M. Si., yang memimpin upacara pembukaan, memaparkan dua pilar utama dari retret ini: peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pemerintahan nagari, mencakup kebijakan hingga administrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik dalam menjawab berbagai persoalan nagari, salah satunya yang krusial adalah pengelolaan sampah.
Dalam aspek administratif, Rektor Khalilul menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai tata kelola keuangan. Ia mengamati bahwa seringkali terjadi penyimpangan bukan karena niat buruk, melainkan akibat ketidakpahaman. "Melalui retreat ini diharapkan para Wali Nagari memahami secara jelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan, " ujarnya.
Beliau menekankan perlunya meninggalkan praktik-praktik lama yang tidak sesuai aturan, seperti pengelolaan keuangan yang minim transparansi. Harapannya, sepulang dari retret ini, para Wali Nagari minimal telah menguasai prinsip-prinsip dasar tata kelola keuangan yang baik. "Kami ingin mencetak lulusan yang memiliki prinsip 'think globally, act locally' atau berpikir global, bertindak lokal, " tegasnya.
Menyinggung isu nasional tentang pengelolaan sampah, Rektor Khalilul menjelaskan bahwa IPDN tengah mengembangkan konsep dan kebijakan pengelolaan sampah berbasis daerah melalui program pengabdian masyarakat yang kini menjadi pilot project di Kabupaten Sumedang. Model ini, jika berhasil, diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah, termasuk Tanah Datar. IPDN, katanya, tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi nyata.
Mengingat waktu retret yang singkat, para peserta didorong untuk memprioritaskan materi yang paling relevan dan berdampak bagi kemajuan nagari masing-masing. Semangat kompetisi yang sehat dalam hal kebersihan, transparansi, dan kemajuan pembangunan juga digalakkan, serta pentingnya membangun jejaring antar Wali Nagari dan dengan perangkat daerah untuk koordinasi yang lebih efektif.
Bupati Eka Putra menambahkan bahwa kegiatan ini sangat strategis dan menawarkan banyak manfaat, termasuk penambahan ilmu, pembukaan wawasan, pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, dan perluasan jaringan. Ia mengapresiasi kehadiran Rektor IPDN dari Jatinangor sebagai bukti dukungan penuh.
Semangat para peserta patut diacungi jempol. Bupati Eka Putra terkesan dengan laporan bahwa ada Wali Nagari yang tetap hadir meski menggunakan kursi roda, menunjukkan dedikasi luar biasa. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan, kebersamaan, saling mengenal, berbagi pengalaman, dan menghindari ego sektoral sebagai tujuan utama retret ini.
Pengalaman unik yang dibagikan Bupati Eka Putra mengenai sesi makan malam yang memerlukan proses terlebih dahulu, menjadi salah satu bentuk pembelajaran untuk melatih kesabaran dan kedisiplinan para Wali Nagari.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Forkopimda, Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Sekda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, dan undangan lainnya, menandai dimulainya sebuah perjalanan penting bagi kemajuan nagari di Tanah Datar.
