TANAH DATAR - Suasana ceria memenuhi ruang perpustakaan Batusangkar pada Senin, 13 April 2026, saat Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar, Dra. Reni Susanti, secara resmi membuka lomba mewarnai untuk anak-anak Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Lima Kaum. Acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah upaya nyata untuk mengukuhkan fungsi perpustakaan sebagai pusat ilmu, rekreasi, dan pengembangan diri bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Salah satu fungsi perpustakaan adalah berguna untuk tempat membaca sekaligus menimba ilmu dan rekreasi bagi seluruh masyarakat, " ujar Dra. Reni Susanti di tengah riuh rendah suara anak-anak yang antusias.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini sangat penting untuk menambah wawasan para peserta didik dan juga majelis guru. Harapannya, para peserta dapat mengikuti lomba dengan serius, menyerap ilmu dan pengalaman berharga.
Berbeda dengan lomba pada umumnya, Ketua Juri Ade Firman menekankan bahwa dalam lomba mewarnai untuk anak TK, yang terpenting bukanlah kecepatan, melainkan kehati-hatian dan ketepatan dalam setiap goresan warna.
Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi tujuh taman kanak-kanak di Kecamatan Lima Kaum. Ketua Pelaksana Lomba Mewarnai, Mashuri Maiza, melaporkan bahwa total 400 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, mewakili sekolah seperti TK Islam Al Amin, Harapan Ibu Lima Kaum, Masjid Raya Lantai Batu, TK IT Brilian, Bhayangkari, Permata Bunda Supanjang, dan TK Pertiwi Batusangkar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar, Drs. Armen Yudi, M.Si, berharap para peserta dapat memanfaatkan momen ini untuk mengasah kreativitas mereka. "Dengan adanya kegiatan ini, generasi muda Tanah Datar semakin kreatif, " tuturnya penuh semangat.
|
Baca juga:
MBG, Senyum Ceria Anak Papua Sambut Sekolah
|
Lebih lanjut, Drs. Armen Yudi menjelaskan bahwa perpustakaan kini bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku. Ia melihatnya sebagai pusat kegiatan edukatif dan rekreatif yang krusial bagi perkembangan pengetahuan dan kreativitas masyarakat, terutama anak-anak.
"Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan edukatif dan rekreatif yang mendukung perkembangan pengetahuan serta kreativitas masyarakat khususnya anak anak, " jelas Drs. Armen Yudi.
Dalam upaya menumbuhkan minat kunjung dan budaya literasi sejak dini, perpustakaan secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik. Lomba mewarnai ini merupakan salah satu wujud nyata perpustakaan sebagai ruang inklusi sosial yang secara aktif mendukung tumbuh kembang anak.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan perpustakaan sebagai ruang inklusi sosial yang mendukung tumbuh kembang anak, " pungkas Drs. Armen Yudi.(**)

Updates.